Rabu, 05 April 2017

Monitoring kurikulum



Pemantauan atau Monitoring kurikulum
Makalah ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Manajemen Kurikulum
Dosen Pengampu : Drs. H. Subiyantoro 

Di Sususn Oleh :

Dita Nurgubita Sari     15490037
Umi Habibah               15490054
Lubna Nadia               15490088


PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
2017

KATA PENGANTAR

 

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Tiada yang pantas terucap selain puji syukur kehadirat Illahi Rabbi yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya. Sehingga penyusun dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang mungkin sangat sederhana. Tak lupa sholawat dan salam semoga tetap terlimpahkan kepada Rasulullah Muhammad SAW beserta keluarga. Aamiin.
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen . Makalah ini berisikan mengenai Pengertian laporan, Fungsi laporan, Peran Laporan, Syarat laporan, Jenis-jenis laporan, tata cara penyusunan laporan dan Sistematika laporan. Walaupun makalah ini belum sempurna, tetapi penulis merasa bangga terhadap hasil yang dicapai. Mudah-mudahan makalah sederhana ini bermanfaat bagi penyusun khususnya dan para pembaca pada umumnya untuk dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman dan juga berguna untuk menambah pengetahuan bagi para pembaca.
Makalah ini penyusun akui masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, penyusun harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini, serta untuk perbaikan pembuatan makalah selanjutnya.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Yogyakarta, 15 Maret 2017

                                                                              Tim Penulis




BAB I

PENDAHULUAN

 

A.    Latar belakang

Pemantauan atau monitoring merupakan suatu proses kegiatan untuk mengetahui sampai di mana kurikulum tersebut telah dilaksanakan di sekolah-sekolah dan persoalan-persoalan apa yang dirasakan di dalam melaksanakan kurikulum tersebut.
Pada pembahasan kali ini lebih ditekankan pada pembahasan makalah laporan diskusi tertulis. Makalah ini yang secara resmi dijadikan sebagai sumber informasi, alat pertanggungjawaban dan alat pengambilan keputusan.

B.     Rumusan masalah

1.      Apa yang di maksud dengan pemantauan atau monitoring kurikulum?
2.      Bagaimana pelaksanaan monitoring kurikulum ?
3.      Apa saja tujuan dari monitoring kurikulum?
4.      Bagaimana Sasaran kegiatan pemantauan?
5.      Bagaimana prosedur dan cara melaksanakan monitoring kurikulum?

C.     Tujuan

1.      Mahasiswa mengetahui maksud dari pemantauan atau monitoring kurikulum
2.      Mahasiswa mengetahui bagaimana pelaksanaan monitoring kurikulum
3.      Mahasiswa mengetahui tujuan dari monitoring kurikulum
4.      Mahasiswa mengetahui sasaran kegiatan pemantauan
5.      Mahasiswa mengetahui prosedur dan cara melaksanakan monitoring kurikulum


BAB II

PEMBAHASAN

 

A.     Pemantauan Kurikulum


Pemantauan atau monitoring merupakan suatu proses kegiatan untuk mengetahui sampai di mana kurikulum tersebut telah dilaksanakan di sekolah-sekolah dan persoalan-persoalan apa yang dirasakan di dalam melaksanakan kurikulum tersebut.
Pemantauan atau monitoring dalam konteks kurikulum merupakan kegiatan yang dilakukan dengan metode pengumpulan dan analisis informasi secara teratur. Kegiatan ini dilakukan secara internal untuk menilai apakah kurikulum yang telah disusun sudah digunakan, bagaimana kegiatan kurikulum dilaksanakan, dan apakah output yang telah dihasilkan sesuai rencana. Dengan demikian, monitoring berfokus secara khusus pada efisiensi. Sumber data yang penting untuk monitoring adalah alat verifikasi pada tingkat proses dan output yang umumnya merupakan dokumen internal dari kurikulum. Monitoring dapat dilakukan pada setiap tahapan kegiatan, apakah dari perencanaan ataupun setelah bagian pekerjaan tertentu diselesaikan.
Selain itu monitoring juga merupakan suatu proses pengumpulan dan analisis informasi (berdasarkan indikator yang ditetapkan) secara sistematis dan kontinu tentang kegiatan/program sehingga dapat dilakukan tindakan koreksi untuk penyempurnaan program/ kegiatan selanjutnya.
1.      Dalam kaitannya dengan pengembangan kurikulum, Alton, Frish, dan Neville dalam Mukhtar (2009:51) menjelaskan bahwa ada tiga konsep pokok dalam pemantauan kurikulum (pembelajaran), yaitu : Monitoring pembelajaran harus secara langsung memengaruhi dan mengembangkan perilaku guru dalam proses pembelajaran.
2.      Perilaku pemantauan dalam membantu guru mengembangkan kemampuannya harus didesain secara ofisial, jelas kapan mulai dan kapan mengakhiri program pembelajaran tersebut.
3.      Tujuan akhir dari pemantauan kurikulum adalah agar guru semakin mampu memfasilitasi proses pembelajaran bagi para siswanya.
Tujuan utama dari pemantauan kurikulum adalah untuk memperoleh informasi agar dilakukan perbaikan dan peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus pembinaan dalam pelaksanaan pembelajaran sehingga terus dilakukan peningkatan mutu pembelajaran dan profesionalisme guru.
Sasaran di dalam kegiatan monitoring ini lebih dipusatkan pada pemantauan terhadap kelancaran proses pelaksanaan kurikulum serta sarana yang diperlukan dalam kegiatan pelaksanaan tersebut. Hasil belajar siswa tidak menjadi sasaran utama dalam kegiatan monitoring ini.
Untuk mengumpulkan keterangan di dalam pelaksanaan monitorinh tersebut dapat digunakan wawancara, observasi maupun angket untuk para pelaksana. Monitoring dilakukan pada tahun-tahun permulaan dilaksanakannya kurikulum baru di sekolah-sekolah, di mana kegiatan ini dilakukan oleh pihak pengembang kurikulum untuk mengambil tindakan guna memperlancar penyebaran dan pelaksanaan kurikulum di sekolah-sekolah[1].

B.     Monitoring Pelaksanaan Kurikulum


Suatu realita seri-hari, di dalam suatu ruang kelas ketika pelaksanaan kegiatan pembelajaran berlangsung, tampak beberapa atau sebagian siswa belum melakukan kegiatan belajar sewaktu guru mengajar. Selama kegiatan pembelajaran guru belum memberdayakan seluruh potensi dirinya sehingga sebagian besar siswa belum mampu mencapai kompetensi individual yang diperlukan untuk mengikuti pembelajaran berikutnya. Beberapa siswa belum belajar sampai pada tingkat pemahaman. Siswa belum mampu mempelajari fakta, konsep, prinsip, hukum, teori, dan gagasan inovatif lainnya pada tingkat ingatan. Mereka belum dapat menggunakan dan menerapkapnya secara efektif dalam pemecahan masalah sehari-hari yang kontekstual.
Kalau masalah seperti ini dibiarkan secara terus-menerus, lulusan sekolah sebagai generasi penerus bangsa akan sulit bersaing dengan lulusan dari negara-negara lain. Lulusan yang diperlakukan tidak sekadar yang mampu mengingat dan memahami informasi, tetapi juga yang mampu menerapkannya secara kontekstual melalui beragam kompetensi. Di era globalisasi sekarang ini diperlukan pengetahuan dan keanekaragaman keterampilan agar siswa mampu memperdayakan dirinya untuk menemukan, menafsirkan, menilai, dan menggunakan informasi, serta melahirkan gagasan kreatif untuk menentukan sikap dalam pengambilan keputusan. Dengan demikian, diperlukan kemampuan profesional guru dalam melakukan kegiatan pembelajaran yang efektif dan efisien. Agar kegiatan pembelajaran lebih efektif dan efisien, pelaksanaan pembelajaran perlu dipantau/dimonitor, baik oleh kepala sekolah maupun oleh pengawas satuan pendidikan.
Dengan demikian, kegiatan memantau pelaksanaan pembelajaran harus terus dilakukan agar pembelajaran yang dilakukan guru berjalan dengan baik. Kegiatan memantau pelaksaan pembelajaran merupakan suatu kegiatan atau urutan kegiatan yang terjadi dalam interaksi langsung melalui kegiatan monitoring antara seorang pemantau dengan seorang guru dalam melakukan kegiatan pembelajaran sehingga pembelajaran dapat dilakukan sebaik mungkin. Dengan kegiatan pemantaun ini diharapkan kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan baik sehingga proses pembelajaran menjadi kegiatan yang menyenangkan siswa. Hal ini disebabkan karena layanan yang diberikan mampu memenuhi keinginan atau kebutuhan siswa (meeting the needs of student)
Tulisan ini diharapakan dapat menjadi pedoman bagi para guru dan kepala sekolah dalam melakukan kegiatan pemantaun dan evaluasi pelaksanaan pembelajaran di sekolah. Informasi yang disajikan diharapakan membantu para guru dan kepala sekolah untuk mengembangkan gagasan tentang pemantauan pelaksanaan pembelajaran yang mengacu pada pencapaian kompetensi profesional guru itu sendiri.
Pelaksanaan pembelajaran adalah suatu bentuk penyelenggaraan kegiatan pembelajaran yang memadukan secara sistematis dan berkesinambungan. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas dengan kegiatan pembelajaran yang dilakukan di luar kelas  dalam wujud penyediaan beragam pengalaman belajar untuk semua siswa. Ini berarti, diversifikasi kurikulum tidak terbatas pada diversifikasi tempat dan waktu belajar, diversifikasi alat belajar, diversifikasi bentuk organisasi kelas, dan diversifikasi  cara penilaian. Pandangan ini memberikan dampak pada pelaksanaan pembelajaran. Selama ini kegiatan pembelajaran hanya ditandai kegiatan satu arah (one way communication), penuangan informasi dari guru ke siswa hanya dilaksanakan dan berlangsung di sekolah. Oleh karena itu kegiatan pembelajaran dengan nuansa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan diindikasikan dengan keterlibatan siswa secara aktif dalam membangun gagasan.pengetahuan oleh masing-masing individu dan lazimnya dapat diselenggarakan di beberapa lokasi, seperti di kelas, di lingkungan sekolah, di perpustakaan, di laboratorium, di pasar, di toko, di pantai, di musium, di ICT center, atau di tempat-tempat lainnya[2].

C.     Tujuan Pemantauan Kurikulum


Secara umum tujuan pemantauan adalah untuk mencari informasai yang diperlukan, selanjutnya untuk pengambilan keputusan dalam menangani permasalahan implementasi kurikulum. Dalam implementasi kurikulum (pembelajaran), secara umum perlu dilakukan pemantauan dengan tujuan untuk mengembangkan situasi pembelajaran yang lebih baik melalui pembinaan dan peningkatan profesi mengajar sehingga diharapkan kualitas pengajaran yang dilakukan guru semakin meningkat, baik dalam mengembangkan kemampuan, ketrampilan, dan komitmen yang dimiliki guru.
Petter Cuttance (2004:20) dalam Educational Management mengungkapkan bahwa tujuan utama dari sistem pamantauan adalah untuk melaporkan kinerja sehubungan dengan praktik-praktik tertentu di seluruh sistem secara keseluruhan untuk memantau efektivitas program dan kebijakan dalam mencapai hasil yang direncanakan.
Secara khusus Kamalik (2008:220) menguraikan beberapa tujuan dari pemantauan atau monitoring kurikulum, antara lain memberika umpan balik bagi kebutuhan program pendidikan, memberikan umpan balik bagi ketercapaian tujuan kurikulum, memberikan umpan balik terhadap metode perencanaan, memberikan umpan balik terhadap sistem penilaian kurikulum, memberikan bahan kajian untukmengatasi masalah-masalah dan hambatan yang dihadapi di lapangan.
Selain itu Rusman (2009:363) menguraikan beberapa tujuan dari kegiatan pamantauan kurikulum (pembelajaran), antara lain menyediakan informasi yang relevan dan tepat waktu pada pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang akan membantu pembuatan keputusan manajemen yang efektif oleh pengawas satuan pendidikan, mendorong diskusi mengenai kemajuan pelaksanaan pembelajaran bersama para guru dan merencanakan berbagai tindakan yang diperlukan, menyumbang pada akuntabilitas, sepervisor perlu mengetahui bahwa kegiatan pembelajaran yang sedang dilaksanakan sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah dibuat, sesuai kurikulum dan sesuai dengan tujuan pada tingkat satuan pendidikan, menyediakan sumber informasi kemajuan/prestasi utama baggi para pengambil keputusan, memberikan masukan terhadap pengambilan keputusan, apakah pembelajaran yang telah dilaksanakan sudah cukup baik, atau perlu adanya inovasi dan revisi dalam kegiatan pembelajaran.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kegiatan pemantauan kurikulum bertujuan untuk : (1) mengkaji apakah pelaksanaan kurikulum di lapangan telah sesuai dengan rencana; (2) Mengidentifikasi masalah yang timbul dalam implementasi kurikulum di lapangan (sekolah) agar langsung dapat diatasi; (3) Melakukan penelitian pola kerja dan manajemen yang digunakan sudah tepat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan; (4) Mengetahui keterkaitan antara kegiatan kurikulum dengan tujuan untuk memperoleh ukuran kemajuan; (5) Menyesuaikan kegiatan dengan lingkungan yang selalu berubah tanpa menyimpang dari tujuan.
Melalui kegiatan monitoring ini diupayakan agar menggali informasi di lapangan tentang pelaksanaan kurikulum dan selanjutnya dilaporkan kepada pengambil keputusan, untuk mengambil langkah apakah program itu perlu dipertahankan atau diadakan perbaikan. Jadi, melalui kegiatan ini diharapkan dapat menunjang keberhasilan penyelenggaraan program pendidikan[3].

D.    Sasaran Kegiatan Pemantauan


Prasetya Irawan dalam Hamalik (2007) menguraikan bahwa sasaran kegiatan pemantauan kurikulum dalam kaitannya dengan pembinaan guru, meliputi beberapa komponen antara lain : komponen input yang terdiri dari guru yang dibina, materi pembinaan, sarana pembinaan, kurikulum, strategi pembinaan dan biaya. Komponen output meliputi hasil binaan. Komponen outcome meliputi tingkat produktivitas, sistem manajemen, dan loyalitas staf.
Sasaran monitoring kepada guru untuk memantau aktivitasnya yang meliputi sikap, perhatian, minat dan keterampilannya dalam mengimplementasikan kurikulum. Monitoring terhadap materi pembinaan maksudnya untuk melihat materi pelajaran yang digunakan dalam pelaksanaan pembelajaran apakah sesuai tidak dengan kompetensi yang ingin dicapai. Monitoring terhadap sarana pembinaan maksudnya adalah bahwa media yang digunakan guru, apakah sesuai atau sebaliknya kontra produktif terhadap tujuan yang telah ditetapkan. Monitoring terhadap kurikulum adalah menantau sejauh mana efektivitas dan relevansinya dengan perkembangan yang terjadi pada peserta didik. Monitoring terhadap strategi pembinaan maksudnya adalah bagaimana melihat berbagai metode dan strategi serta model yang digunakan guru dalam implementasi pembelajaran[4].

E.     Cara Pelaksanaan Monitoring

Cara pelaksanaan pemantauan terhadap kurikulum dapat dilakukan melalui dua cara yaitu craa langsung dan cara tidak langsung. Kedua cara tersebut dilakukan dengan seperangkat kegiatan monitoring yang sama yaitu kegiatan yang berkaitan dengan mengumpulkan, mencatat, mengolah infomasi dan pelaksanaan suatu proyek; kemudian dituangkan dalam suatu laporan monitoring.
1.      Pemantauan Langsung
Pemantauan Langsung adalah pemantauan yang dilakukan dengan cara mengunjungi lokasi. Dengan cara demikian petugas monitoring dapat secara bebas mengumpulkan infomasi yang diperlukan. Agar pengumpulan informasi dapat berjalan secara efisien maka diperlukan strategi pengumpulan data yaitu : 1) mempersiapkan instrumen pengumpulan data; misalnya dengan menyiapkan daftar isi; 2) menggali informasi pada orang-orang penting yang memegang posisi dalam pelaksanaan kurikulum tersebut; 3) melakukan pemantauan langsung ke lapangan dan petugas monitoring dapat mencatat informasi yang diperlukan sesuai dengan kehendaknya (sesuai dengan tujuan monitoring).
Dalam pelaksanakaan monitoring secara langsung ini terdapat kelebihan dan kelemahannya. Kelebihan cara ini di antaranya didapatkan data yang sesuai dengan yang dimaksudkan, data yang dikumpulkan adalah data yang relatif lebih akurat karena data dikumpulkan sendiri oleh petugas monitoring dan merupakan data primer, dan dengan cara langsung ini petugas bukan saja mengumpulkan data tetapi juga dapat memberikan saran-saran bila tidak sesuai dengan apa yang direncanakan.
Kelemahan dari cara monitoring langsung ini antara lain dapat disebutkan; memerlukan biaya yang relatif besar karena bukan saja faktor jarak (transportasi) tetapi juga untuk mengirim petugas monitoring ke lokasi dan memerlukan ketelitian yang lebih.hal ini disebabkan wawancara langsung sering kali hasilny atidak sesuai bila petugas monitoring tidak pandai-pandai menggali data yang baik dan benar.

2.      Pemantauan Tidak Langsung
Cara ini menghendaki petugas monitoring tidak perlu terjun langsung ke lokasi tetapi penggalian data dilakukan dengan cara mengirim seperangkat daftar isian untuk diisi orang lain di lokasi penelitian. Cara tidak langsung ini juga dapat dilakukan dengan mengumpulkan data melalui laporan-laporan yang dibuat pimpinan pemantau.
Seperti halnya pemantauan langsung, cara ini pun memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dari cara ini yaitu :
1)      relatif murahkarena petugas tidak perlu pergi ke tempat lokasi
2)      responden tidak perlu ragu-ragu atau malu dalam mengisi daftar isian, dan juga bila terdapat kritik atau saran maka dapat dituliskan secara bebas
3)      pelaksanaannya relatif mudah bila daftar isian tersebut dilengkapi dengan cara pengisian
4)      data yang dikumpulkan dapat sebanyak mungkin sesuai yang dikehendaki tanpa ada hambatan biaya yang berarti.

F.      Prosedur Pelaksanaan Pemantauan


Kegiatan pemantauan dalam implementasi kurikulum terdiri dari beberapa tahapan yang terangkum dalam suatu proses sebagai berikut yang oleh Prasetya Irawan (1995:16) dikelompokkan dalam beberapa tahapan antara lain : penentuan tujuan, perancangan, pengembangan instrumen, pengumpulan data, analisis dan interpretasi data dan penentuan tindak lanjut.
Penentuan tujuan dimaksudkan untuk mengetahui corak dan langkah monitoring secara keseluruhan. Karena dengan menentukan tujuan, langkah-langkah selanjutnya mudah untuk dilaksanakan karena dapat menentukan siapa yang akan melaksanakan monitoring, kapan kan dilaksanakan, bagaimana pelaksanaan di lapangan dan seterusnya.
Perancangan dalam pemantauan kurikulum dimaksudkan agar dalam pelaksanaan monitoring tidak keluar dari tujuan yang telah ditetapkan. Dalam tahap ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu metode apa yang akan digunakan, instrumen yang bagaimana yang perlu digunakan, siapa saja yang akan melaksanakan monitoring, jadwal kegiatan perlu disiapkan, sasaran atau objek monitoring perlu ditetapkan dan prakiraan biaya yang dibutuhkan dalam pelaksanaan monitoring. Hal-hal tersebut perlu dirancang lebih awal agar dalam implementasinya tidak rancu dan meleset dari tujuan awal.
Pengembangan instrumen yang dimaksud pada tahap ini adalah membuat alat untuk mrngumpulkan data. Dalam instrumen ini harus ada indikator-indikator yang perlu ditetapkan agar mudah diukur.
Tahap berikut adalah pengumpulan data. Pada tahap ini seorang pemantau melalui instrumen yang telah disiapkan, melalui penggalian informasi dari berbagai responden yang telah ditetapkan guna mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya.
Setelah data terkumpul, tahap selanjutnya adalah menganalisis dan menginterpretasikan data. Pada tahap ini seorang pmantau benar-benar dituntut secara objektif menganalisis berbagai temuan yang terjadi di lapangan, mulai dari penyebabnya, sampai dampak yang timbul akibat dari suatu proses yang terjadi.
Tahap terakhir dari proses kegiatan pemantauan adalah tindak lanjut. Tahap ini dilakukan untuk mengevaluasi ulang seluruh program pembinaan dan monitoring, dan menindaklanjuti pada tahap selanjutnya jika terdapat hal-hal yang perlu dilakukan perbaikan bahkan revisi[5].











 

 

 

BAB III

PENUTUP


Kesimpulan


Berdasarkan uraian diatas, dapat di tarik kesimpulan bahwa pemantauan kurikulum merupakan kegiatan untuk mengamati secara langsung implementasi kurikulum secara mantap, teratur dan terus-menerus dengan cara mendengar, melihat dan menelusuri, serta mencatat keadaan dan perkembangannya. Pengumpulan data atau informasi dalam monitoringdimaksudkan untuk mengetahui kenyataan yang sebenarnya dalam pelaksanaan kurikulum. Sasaran monitoring adalah kelangsungan implementasi kurikulum dan komponen-komponen pemantauan mencakup input, proses, output dan outcome dari implementasi kurikulum. Pihak yang melakukan monitoring adalah pngembang kurikulum atau tenaga profesional yang diberi tugas khusus untuk memonitor pelaksanaannya. Hasil monitoring digunakan untuk meluruskan atau memperbaiki kurikulum. Perbaikan itu sendiri dilakukan dalam kegiatan supervisi.






DAFTAR PUSTAKA



Wahyudin, Din. 2014. Manajemen Kurikulum. Remaja Rosdakarya : Bandung.
Rusman. 2012. Manajemen Kurikulum. Raja Grafindo Persada : Jakarta.


[1] Din Wahyudin, Manajemen Kurikulum, (Remaja Rosdakarya : Bandung, 2014), hlm. 137

[2] Rusman, Manajemen Kurikulum, (Raja Grafindo Persada : Jakarta, 2012), hlm. 362

[3] Din Wahyudin, Manajemen Kurikulum, (Remaja Rosdakarya : Bandung, 2014), hlm.139
[4] Ibid, hlm. 141
[5] Ibid, hlm. 143

1 komentar:

  1. Sands Casino | SEGA - Treasure Island Resort Spa
    Welcome to 샌즈카지노 Sands 메리트 카지노 Casino, where revelry is welcomed with an abundance of table games! Come indulge in the latest slot machines febcasino and table games,

    BalasHapus