Ke manakan sekiranya kaki ini akan berpijak?
izinkan kami untuk melanjutkan studi di Luar Negeri ya Allah..
berjihad di jalanMu..
sekiranya, Jika Allah mengizinkan dan meridhoi langkahku untuk memberi yang terbaik untuk orang lain, akan aku lakukan itu dengan pengorbanan yang maksimal..
Allah akan meridhoi dan mempermudah langkah kita jika kita melakukannya dengan tulus dan ikhlas, karena apapun akan Dia berikan jika itu pantas untuk kita.
jaga hati ini ya Rabb, jaga iman ini..
Kamis, 26 Mei 2016
Senin, 28 Maret 2016
laporan observasi Pasar Beringharjo
Laporan
kuliah lapangan
Diajukan untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Ahlak Tasawwuf
Dosen pengampu : Drs.H. Edy Yusuf Nur SS MM
Msi MBA
Disusun
oleh :
Umi
Habibah (15490052)
Ahlak
Tasawwuf (A)
PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2016
LEMBAR PENGESAHAN KULIAH LAPANGAN AHLAK TASAWUF
Nama :
Umi Habibah
NIM :
15490052
Lokasi :
Pasar Beringharjo
Tempat dan
waktu pelaksanaan : Sabtu, 19
Maret 2016
Pukul
09.00-12.00 WIB
Pasar
Beringharjo
Yogyakarta, April 2016
Menyetujui
Dosen pengampu Mahasiswa
Drs. H. Edy Yusuf Nur SS MM Msi MBA Umi
Habibah
(196712261992031001) (15490052)
(196712261992031001) (15490052)
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberi rahmat,taufik serta hidayahnya kepada kami sehingga penulisan laporan
observasi ini dapat berlangsung dengan lancar. Penulis selesaikan untuk
memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Berbasis Sekolah. Semoga laporan ini
memenuhi syarat seperti yang diharapkan.
Dalam hal ini saya sebagai peneliti dan penulis banyak berterimakasih
kepada :
1. Bapak Drs. H. Edy Yusuf Nur SS MM Msi MBA selaku dosen pengampu mata
kuliah Ahlak Tasawuf
2. Rekan-rekan
peneliti yang telah bekerja sama dalam proses penelitian
3. Para pedagang
yang telah berpartisipasi dalam proses penelitian kuliah lapangan
Penulis
menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak kekurangan dalam penulisan laporan ini,
Oleh karena itu demi kesempurnaannya kritik dan saran yang bersifat membangun
sangat penulis harapkan demi perbaikan untuk kedepannya.
Yogyakarta, April 2016
Penulis
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Akhlak Tasawwuf merupakan khazanah
intelektual Muslim yang kehadirannya hingga saat ini semakin dirasakan, secara
historis dengan teologis, Akhlak tasawwuf mengawal dan mengayomi perjalanan
hidup umat agar selamat dunia dan akhirat. Tidaklah berlebihan jika misi utama
kerasulan Muhammad SAW adalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia, dan
sejarah mencatat bahwa faktor pendukung keberhasilan dakwah beliau itu antara
lain karena dukungan akhlaknya yang prima.
Pandangan di bidang akhlak tasawwuf itu kemudian menemukan momentum pengembangan dalam sejarah, Antara lain dengan adanya sejumlah besar ulama tasawwuf dan ulama di bidang akhlak.
Pandangan di bidang akhlak tasawwuf itu kemudian menemukan momentum pengembangan dalam sejarah, Antara lain dengan adanya sejumlah besar ulama tasawwuf dan ulama di bidang akhlak.
Bersamaan dengan perkembangan
teknologi dan kesibukan orang-orang dalam mencari nafkah, Tentunya banyak orang
berfikir bahwa untuk memenuhi kebutuhan hidup masing-masing individu dan
keluarganya membutuhkan kerja keras, Waktu yang luang, dan bermunajat kepada
tuhan. Menurut peneliti , Banyak dari pedagang-pedagang yang menyepelekan
kekuasaan Allah dan menjadikan dagangan sarana yang membawa orang lupa pada
tuhan, dan cenderung enggan melaksanakan ibadah-ibadah sunnah yang sekiranya
dapat membantu memudahkan para pedagang tersebut dalam berkomunikasi dengan
Sang Pencipta, Hal ini dapat menambahkan beban ahlak tasawwuf dalam
melaksanakan tugas yaitu memperbaiki hal-hal semacam ini.
Melihat pentingnya akhlak
tasawwuf dalam kehidupan, Tidaklah heran jika mata kuliah akhlak tasawwuf ditentukan
sebagai mata kuliah wajib yang harus diikuti oleh mahasiswa, Khususnya di
Fakultas Tarbiyah.
B. Rumusan Masalah
1.
Bagaimana para pedagang menyikapi
komunikasi terhadap sang Pencipta?
2.
Apakah komunikasi antara para
pedagang itu baik?
3.
Apa mayoritas pendidikan terakhir
para pedagang tersebut?
C. Tujuan Kuliah Lapangan
1.
Mengetahui seberapa lancar
komunikasi para pedagang terhadap sang Pencipta
2.
Mengetahui seberapa lancar
komunikasi antara para pedagang
3.
Mengetahui pendidikan terakhir yang
ditempuh para pedagang
BAB II
PEMBAHASAN
A. Deskripsi hasil observasi dan
wawancara
1.
Identitas Observi
No.
|
Nama
Pedagang
|
Alamat
Pedagang
|
Jenis
dagangan
|
Pendidikan
terakhir
|
1
|
Lukman
|
Maguoharjo
|
Baju
muslim
|
Pesantren
|
2
|
Astuti
|
Bantul
|
Baju
muslim
|
SMA
|
3
|
Ulum
|
Wirobrajan
|
Baju
muslim
|
SMA
|
4
|
Tunggal
|
Terban
|
Baju
muslim
|
SMA
|
5
|
Aldi
|
Wijilan
|
Barang
tradisional
|
SMA
|
6
|
Jarwo
|
Gowok
|
Jam
|
SMA
|
7
|
Kaslamet
|
Gamping
|
Makanan
mentah dan Krupuk
|
SMP
|
8
|
Murjini
|
Ngasem
|
Bawang
|
Tidak
ada
|
9
|
Ika
|
Kota
Gede
|
Tas
|
S Hukum
|
10
|
Piah
|
Semarang
|
Voucher
pulsa
|
SMA
|
2.
Perihal Ibadah
Menurut hasil observasi dilakukan di Pasar
Beringharjo, Peneliti bertanya tentang ibadah-ibadah yang sering mereka jalani
dan yang sering mereka tinggalkan. Mayoritas para pedagang hanya melakukan
ibadah-ibadah wajib saja, Seperti shalat fardhu, Puasa Ramadhan dan Zakat
fitrah. Sedangkan ibadah sunnah seperti
shalat dhuha, Tahajud, Hajat, Puasa sunnah, dan Mengaji itu hanya sebagian
kecil yang melakukannya, Hal ini membuktikan bahwa mayoritas para pedagang
kurangnya komunikasi kepada sang Pencipta, Menyepelekan kuasa Allah dan menjadikan dagangan sarana yang membawa orang lupa pada tuhan, dan
cenderung enggan melaksanakan ibadah-ibadah sunnah. Hanya 10%
diantara semuanya yang melakukan rutin ibadah sunnah, yaitu Pedagang yang
bernama Lukman, Ia sedang melakukan ibadah puasa Daud yang sedang dijalaninya
dalam beberapa hari ini, Dan rutin menjalani ibadah-ibadah sunnah lainnya, Hal
yang seperti ini membuktikan adanya perkembangan Ahlak Tasawuf.
Peneliti juga menanyakan perihal sedekah
kepada para pedagang, Mayoritas para pedagang mengeluarkan harta yang akan
disedekahnya ketika mendapatkan rezeki lebih/ bisa dikatakan juga tidak tentu, Dikarenakan
keterbatasan pendapatan yang mereka peroleh. Berdasarkan observasi yang saya
lakukan, Para pedagang ini mengalami peningkatan dalam penghasilannya ketika
menjelang Idul Fitri, Bulan Ramadhan, dan ketika hari-hari libur seperti Sabtu,
Ahad, dan Hari libur Nasional (tanggal merah),
Disaat itulah mereka sering bersedekah.
Menurut survei penelitian, Para pedagang ketika
sudah masuk waktu shalat, Sekitar 75% jika banyak pengunjung yang berdatangan ke
Toko, Mereka menunda shalatnya dan tetap melaksanakan shalat tetapi ketika para
pengunjung sudah sepi atau bergantian dengan pegawai yang lainnya, Hal ini
membuktikan bahwa mereka telah menunda-nunda waktu shalat dan ahlak tasawuf
berperan penting dalam memecahkan permasalahan ini.
Keinginan para pedagang menjalankan ibadah ke
Tanah Suci hampir 100% semuanya berminat, Tetapi ada sebagian pedagang mengira tidak
akan mampu, karena akan pengeluaran biaya sebagai ongkos haji sangat mahal dan
mereka tidak mampu dalam proses transportasinya. Hal ini membuktikan bahwa mereka
kurang mempercayai bahwa Allah itu maha Kaya dan rezeki itu diatur oleh sang
Pencipta.
3.
Perihal hubungan
antara pedagang
Menurut hasil peneliti dalam observasi
mengenai hubungan antara pedagang, Hampir 100% hubungan antara pedagang
baik-baik saja. Hal ini membuktikan bahwa komunikasi antara sesama pedagang
baik-baik saja, Saling membantu dan tidak ada persaingan dalam proses
perdagangan. Jika dikaitkan dengan ahlak tasawwuf, Komunikasi yang lancar
termasuk ahlak mulia sebagai pencapaian misi Nabi Muhammad SAW dalam
menyempurnakan ahlak umat manusia.
B. PERAN DAN TUGAS AHLAK TASAWWUF
1.
Perihal ibadah
Dalam perihal ini, Ahlak tasawwuf sangat
berperan penting karena saling berkaitan. Ahlak
berpengaruh dengan sesama manusia, sedangkan Tasawuf mengatur jalinan
komunikasi vertical antara manusia dengan Tuhannya. Akhlak menjadi dasar dari
pelaksanaan tasawuf, Sehingga dalam prakteknya tasawuf mementingkan akhlak.
Hubungan akhlak dan tasawuf tidak bisa terpisahkan karena kesucian hati
akan membentuk akhlak yang baik pula. Pada intinya seseorang yang masuk kedalam
dunia tasawuf harus menundukkan jasmani dan rohani dengan cara mendekatkan diri
kepada Allah dan menjaga akhlak yang baik kepada sesama manusia. Aktualisasi
ahlak adalah bagaimana seseorang dapat mengimplementasikan iman yang
dimilikinya dan mengaplikasikan seluruh ajaran islam dalam kehidupan sehari-hari dan mengamalkan
apa yang sudah ia aplikasikan.
2.
Perihal antara
sesama pedagang
Akhlak berperan dalam pelaksanaan
mengatur hubungan horizontal/komunikasi antara sesama manusia, Membina
persaudaraan adalah perintah Allah yang diajarkan oleh semua agama, termasuk
agama islam. Oleh sebab itu, Sudah sewajarnya semua elemen membangun ukhwah
dalam komunitasnya. Dalam komunitas perdagangan, Pasti ada komunikasi antara
pedagang tersebut, termasuk perihal tolong-menolong. Tolong-menolong adalah
kewajiban setiap muslim. Sudah semestinya konsep tolong-menolong tidak hanya
dilakukan dalam lingkup yang sempit. Tolong-menolong sebagai keharusan karena
apapun yang kita kerjakan membutuhkan pertolongan dari orang lain, Tidak ada
manusia seorang pun di muka bumi ini yang tidak membutuhkan pertolongan dari
orang lain.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dalam
era globalisasi ini banyak pemuda yang sudah kehilangan akhlakulkarimahnya
sehingga perlu pemahaman dan pembelajaran untuk mengkaji akhlak dan tasawuf.
Tasawuf sebagai upaya melatih jiwa
dengan berbagai kegiatan yang dapat membebaskan dirinya dari pengaruh kehidupan
dunia, sehingga tercermin ahlak yang mulia dan dekat dengan Allah Swt, Inilah
esensi atau hakikat tasawuf itu sendiri.
Tasawuf itu sendiri bertujuan untuk memperoleh suatu
hubungan khusus langsung dari Tuhan. Hubungan yang dimaksud mempunyai makna
dengan penuh kesadaran, Bahwa manusia sedang berada di hadiran Tuhan. Kesadaran
tersebut akan menuju kontek komunikasi dan dialog antara ruh manusia dengan
Tuhan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara manusia perlu mengasingkan dirinya.
Keberadaannya yang dekat dengan Tuhan akan berbentuk “Ijtihad” (bersatu dengan
Tuhan) demikian menjadi inti persoalan “sufisme” baik pada agama Islam maupun
diluarnya.
B. Saran
Dengan
diselesaikannya laporan ini, Baik pembaca maupun penyusun dapat menerapkan
akhlak yang baik dan sesuai dengan ajaran islam dalam kehidupan sehari-hari.
Walaupun tidak sesempurna Nabi Muhammad S.A.W, setidaknya kita termasuk kedalam
golongan kaumnya.
Sabtu, 09 Januari 2016
dear yang selalu aku lafadzkan namamu di setiap sujudku..
Anda tidak perlu menungguku selama itu..
jangan khawatir, setiap insan memiliki jodohnya masing-masing. Jika tidak
dipertemukan didunia, nanti akan dipertemukan diakhirat. Dan satu hal yang
mesti anda ketahui, disini aku juga selalu mendo’akanmu, mendo’akan semoga kau
mendapatkan pasangan hidup yang terbaik dipandanganNya, pasangan yang melakukan
segala sesuatu mengharapkan ridhoNya, yang menuruti apa yang kamu minta.
Aku sudah belajar untuk mengikhlaskanmu
untuk wanita yang selalu mengharapkan ridhoNya, tetapi aku ikhlas bukan berarti
aku ingin menjadi pendamping hidupmu yang kedua, aku juga wanita.. aku tahu
rasanya jika diduakan, walaupun aku tidak pernah merasakan itu.. Ketahuilah,
aku mengikhlaskanmu karena aku tidak tega membiarkanmu untuk menungguku
berlarut-larut dalam penantian, belum tentu kita ini jodoh. Aku memang wanita
yang tidak sempurna, apalagi dihadapanNya, aku merasa mahluk yang paling hina,
karena aku telah berbuat zina, zina hati..
kecintaan
ku kepadaNya telah dibutakanoleh
cintamu, tetapi terkadang kecintaanmu juga membuat aku dekat kepadaNya, aku terkadang berfikir, apakah Allah memberi perantara melaluimu agar aku semakin dekat denganNya? tetapi
itu dulu.. tidak untuk sekarang. Sekarang perasaan itu telah berubah, bercampur dengan hawa nafsu setan, yang berkeinginan memliki dirimu seutuhnya, hal yang paling aku takutkan. terlalu
mencintai seseorang terkadang dapat menjerumuskan seseorang. Itu merupakan
salah satu alasanku aat ini menyuruhmu mencari wanita yang lain, karena aku
takut dalam waktu dekat ini jika kita terus kontak, imanku semakin melemah, aku
menjahui sang Pencipta.
Aku hanya bisa mendo’akanmu dari kejauhan ini, dan berharap semoga cinta kita
menjadi cinta suci yang diridhoiNya. Karena pada awalnya aku mencintaimu
karenaNya, dan pada akhirnya juga aku meninggalkanmu karenaNya. Disamping
alasanku menjahuimu karena ku takut jauh dariNya, aku cukup tenang jika
melafaskan namamu disetiap do’aku.. do’akan ku semoga hati ini selalu istiqomah
untukmu.. jika anda memintaku untuk memberikan pencerahan dan bimbingan untuk
hidupmu dan agamamu, maaf aku tidak mampu untuk itu, tetapi jika kita saling
membimbing satu sama lain, insya Allah aku berusaha untuk melakukan itu.
Sabtu, 19 Desember 2015
Dulu
aku pernah mengenal sosok Adam yang aku tidak tahu asal usulnya, bahkan nama
aslinya pun aku tak mengenalinya, yang aku tahu tentang dia hanya sekedar nama
panggilan dan nama sekolah yang ia tempuh, itu pun sekarang ia sudah menjadi
alumni dipondok pesantren itu. Aku mengagumi sosok dia yang aku juga bingung
bagaimana dan dari segi apa yang aku kagumi, berjumpa tak pernah, rupa wajahnya
pun aku tak tahu, itu merupakan hal yang konyol yang pernah teman-temanku
katakan kepadaku. Kekaguman itu tidak bisa aku ungkapkan, dia bukan siapa-siapa
bagiku, bahkan aku merasakan timbulnya rasa kagum ini ketika kami putus kontak.
Cukup dengan mendo’akannya dari sini sudah membuat hatiku terhibur, ntah mengapa
setiap kali aku melafaskan namanya dalam setiap do’aku, aku merasakan tenag
dihatiku dan semoga dia pun melakukan hal yang sama. Aku berusaha untuk
istiqomah hatiku terhadapnya, tetapi aku tak kuasa, Allah yang maha
membolak-balikkan hati, ntah mengapa lama-kelamaan rasa kagum itu mulai pudar,
karena seseorang yang baru hadir dikehidupanku saat ini, yang membawaku menjadi
lebih baik. Ia adalah sosok mahluk Adam yang biasa saja, berbeda dengan orang
yang dulunya aku kagumi itu, orang yang dulunya aku kagumi adalah seorang
hafidz yang selalu menjaga amalan-amalan baik,menjaga dan menghindari perbuatan
yang munkar, menjadi panutan yang baik bagi adik kelasnya.Berbeda jauh dengan sosok
Adam yang baru aku kenal saat ini, bahkan belum menguasai tentang agama, dia
meminta pencerahan kepada ku, meminta binaan tentang lebih mendalam mengenai
islam, ia adalah seorang mualaf yang sedang mencari pencerahan untuk masa
depannya. Terkadang, seorang mualaf justru tingkat ibadahnya lebih kuat
dibandingkan dengan muslim yang sejak lahir nya beragama islam. Karena mereka
baru mengenal apa itu islam, dan baru menyadari bahwa islam adalah agama yang paling baik diantara agama-agama yang
lain. Sehingga semangat mereka untuk beribadah lebih kuat dibandingkan dengat
umat muslim yang lainnya.
Kembali
lagi kesosok Adam yang baru aku kenal ini, ia selalu memberikan masukan-masukan
hal yang positif kepadaku, dan entah mengapa aku merasa nyaman ketika
berinteraksi dengannya, walaupun kami baru saling mengenal, mendapatkan teman
seperti dia bisa menjadi motivasi bagi q dan aku juga menuruti saran-saran yang
ia berikan. Ia adalah salah satu motivatorku, karena ia juga aku menjadi lebih
semangat untuk semakin dekat dengan Allah.
best friends
Selama
ini ku mencari-cari teman yang sejati buat menemani perjuangan suci, bersyukur
kini padaMu ilahi teman yang dicari selama ini telah ku temui mereka adalah
teman seperjuanganku selama 6 tahun brsama kami bersama sebut saja kami
keluarga Espoir D’nation. KepadaMu Allah ku mohon restu, dan kepadamu teman
mohon terus berjuang dalam perjuangan agar perkekalan kasih sayang kita.
Sahabat masih ingatkan kalian saat kita saat kita bersama jalani hidup, penuh
tawa dan juga ceria, jalani kisah antara kalian,aku dan juga mereka. Jangan
pernah kalian merasa sendiri, merasa terbunuh sepi. Sahabatku jangan pernah
kalian menangis, saat kalian tahu mereka(orang yang kalian sayang) pergi
tinggalkanmu, karena masih ada kami yang akan selalu ada buat kalian, walaupun
jarak dan waktu yang memisahkan kita .
Kebersamaan
dalam menjalani perjuanagan selama 6 tahun yang kita tempuh sampai saat ini
masih akan ku kenang. Suka duka yang kita alami, canda tawa, hiruk pikuk,
kekonyolan, semua yang kita jalani bersama itu takkan pernah aku lupakan.
Selalu aku rindukan saat-saat bersama kalian, saat-saat berbagi kebahagiaan,
berbagi kesedihan, bahkan saling mengolok-olok juga aku merindukannya.
Terkadang kekonyolan itu hadir dimimpi-mimpiku, ketika terbangun dari tidur aku
sadar semua itu sekedar bunga tidurku karena merindukan kalian. Kekuatan kita
dalam menjalani perjuangan selama 6 tahun itu menjadi kontak batin diantara
kita, sampai-sampai jika slah satu diantara kita merasakan sakit, yang lain
juga merasakan sakit, dan itu bergiliran, terkadang jika aku mengenang itu
sangatlah lucu. Dan pernah ada orang yang mengkritik kita, kita bagaikan sapu
lidi, jika bersatu kita sangat kokoh tetapi jika kita berpisah, jika kita tidak
bersatu maka kita akan mudah rapuh. Persatuan yang membuat kita semakin kokoh,
dan ketika kita berpencar kita akan mudah runtuh. Dan yang aku kagumkan antara
kita yaitu, dengan sifat kita yang sangat berbeda-beda kita dapat menyatukannya
menjadi lebih kompak.
Banyak orang bilang, rasa cinta itu
tumbuh karena rasa kagum. Tetapi tidak denganku, rasaku ini lebih identik
berasal dari keinginan untuk berlomba-lomba atau mendahului kebaikan. Maafkan
aku tlah memanfaatkan keadaan, tetapi dengan ini lah dapat membuktikan bahwa
aku mencintainya karena Allah. Karena dia, aku berusaha menjadi pribadi yang
lebih baik. Banyak hal yang saat ini aku lakukan, menjaga pandangan, menjaga
aurat, menjaga perasaan, dan perkataan. Awalnya juga aku bingung, kok bisa ya
wanita seperti aku ini, yang dulunya bisa dibilang preman pondok menjadi sosok
wanita seperti ini. Mungkin teman-teman juga heran, melihatku yang berubah
drastis. Yaah, inilah mungkin yang banyak orang bilang itu, yaitu cinta. Cinta
dapat merubah segalanya yang tidak kita sangka menjadi berbagai macam keadaan.
Cinta dapat merubah orang,, tetapi tergantung kepada individunya juga,
menanggapi dan menangkap arti dari cinta tersebut.
Mengubah orang menjadi lebih baik
itu tidak mudah, tetapi dengan cinta semua itu akan menjadi mudah. Setiap orang
mempunyai rasa cinta, tetapi setiap orang itu pula memiliki perbedaan cara
merespon cinta itu. Cinta itu merupakan fitrah, banyak orang menyepelekan cinta
tersebut, contohnya dengan melakukan maksiat, dari maksiat kecil/ringan hingga
yang tingkatan yang tinggi, dan ada pula yang menyerahkan segala urusan cinta
nya kepada Allah, yakin jika Allah akan memberi pasangan yang cocok dengan
kita. Dengan berdo’a juga terkadang membuat hati kita menjadi tenang dan tentram menurut saya. Ketika rindu itu
mencekamku, aku selalau berdo’a, aku selau menitipkan salam rindu ini
kepadaNya, Karena aku percaya akan janji Allah akan mempertemukanku kepada yang
terbaik bagiku nanti, dan aku percaya sekali jika Allah menyampaikan salam
rinduku padanya dan berharap semoga dia juga berdo’a seperti aku mendo’, karena
aku merasa tenang ketika aku bercerita kepadaNya, dan tentunya aku juga
berharap semoga cinta suci ini akan mejadi kekal dan selalu dalam ridhoNya.
Biarkan aku menjadi perindu yang
tabah, yang mencintainya dalam bulir air mata, merindukannya dalam sejuknya
do’aku,karena aku mencintai orang yang mencintaiMu. Dengan diamku, aku
membuktikannya, semua itu akan terlihat oleh sang Maha Cinta, Karena Dia sang
pemilik hati ini. Kuharap cinta itu dia, sebagaimana pintaku dalam do’aku,
hanya dengan alasan yang satu yaitu cinta yan berada dijalan Allah, bukan nafsu
yang diajari setan. Dan aku juga tahu bahwa Allah maha pendengar dan kuasa,
mudah bagiNya tuk menggelorakan dan memadamkan api cinta. Terimakasih tuhan,
telah menggelorakan api cinta dihati ini, jika rasa cinta ini padam, maka
ingatkan aku bahwa Engkau sedam memadamkan api itu, ia bukanlah yang terbaik
bagiku.
Aku perempuan. Aku bisa apa selain
menunggu? Aku bisa apa selain mendo’akannya? Mendo’akan yang terbaik baginya,
aku bisa apa selain memperbaiki kualitas diriku agar pantas untuknya?. Imamku,
lindungi selalu hatimu untuk hatiku agar selalu suci hingga kita dipertemukan
oleh tuhan yang menjadikan tulang rusuk kita menyatu. Kita memang tidak saling
mencari, tetapi kita saling merindukan, kita tidak saling mengabari, tetapi
kita sling mendo’akan.
Langganan:
Postingan (Atom)







