Kamis, 26 Mei 2016

Ke manakan sekiranya kaki ini akan berpijak?
izinkan kami untuk melanjutkan studi di Luar Negeri ya Allah..
berjihad di jalanMu..
sekiranya, Jika Allah mengizinkan dan meridhoi langkahku untuk memberi yang terbaik untuk orang lain, akan aku lakukan itu dengan pengorbanan yang maksimal..
Allah akan meridhoi dan mempermudah langkah kita jika kita melakukannya dengan tulus dan ikhlas, karena apapun akan Dia berikan jika itu pantas untuk kita.
jaga hati ini ya Rabb, jaga iman ini..

Senin, 28 Maret 2016

laporan observasi Pasar Beringharjo

Laporan kuliah lapangan
Diajukan untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Ahlak Tasawwuf
Dosen pengampu :  Drs.H. Edy Yusuf Nur SS MM Msi MBA
Disusun oleh :

Umi Habibah (15490052)
Ahlak Tasawwuf (A)



PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2016





LEMBAR PENGESAHAN KULIAH LAPANGAN AHLAK TASAWUF


Nama                                                   : Umi Habibah
NIM                                                    : 15490052
Lokasi                                                  : Pasar Beringharjo
Tempat dan waktu pelaksanaan            : Sabtu, 19 Maret 2016
  Pukul 09.00-12.00 WIB
  Pasar Beringharjo




Yogyakarta,    April 2016
Menyetujui
Dosen pengampu                                                                      Mahasiswa      


Drs. H. Edy Yusuf Nur SS MM Msi MBA                            Umi Habibah 
(196712261992031001)                                                          (15490052)




KATA PENGANTAR




Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberi rahmat,taufik serta hidayahnya kepada kami sehingga penulisan laporan observasi ini dapat berlangsung dengan lancar. Penulis selesaikan untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Berbasis Sekolah. Semoga laporan ini memenuhi syarat seperti yang diharapkan.
Dalam hal ini saya sebagai peneliti dan penulis banyak berterimakasih kepada :
1.      Bapak Drs. H. Edy Yusuf Nur SS MM Msi MBA selaku dosen pengampu mata kuliah Ahlak Tasawuf
2.      Rekan-rekan peneliti yang telah bekerja sama dalam proses penelitian
3.      Para pedagang yang telah berpartisipasi dalam proses penelitian kuliah lapangan
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak kekurangan dalam penulisan laporan ini, Oleh karena itu demi kesempurnaannya kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan demi perbaikan untuk kedepannya.

Yogyakarta,   April 2016

Penulis




DAFTAR ISI















BAB I

PENDAHULUAN


A.     Latar Belakang


Akhlak Tasawwuf merupakan khazanah intelektual Muslim yang kehadirannya hingga saat ini semakin dirasakan, secara historis dengan teologis, Akhlak tasawwuf mengawal dan mengayomi perjalanan hidup umat agar selamat dunia dan akhirat. Tidaklah berlebihan jika misi utama kerasulan Muhammad SAW adalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia, dan sejarah mencatat bahwa faktor pendukung keberhasilan dakwah beliau itu antara lain karena dukungan akhlaknya yang prima.
Pandangan di bidang akhlak tasawwuf itu kemudian menemukan momentum pengembangan dalam sejarah, Antara lain dengan adanya sejumlah besar ulama tasawwuf dan ulama di bidang akhlak.
Bersamaan dengan perkembangan teknologi dan kesibukan orang-orang dalam mencari nafkah, Tentunya banyak orang berfikir bahwa untuk memenuhi kebutuhan hidup masing-masing individu dan keluarganya membutuhkan kerja keras, Waktu yang luang, dan bermunajat kepada tuhan. Menurut peneliti , Banyak dari pedagang-pedagang yang menyepelekan kekuasaan Allah dan menjadikan dagangan sarana yang membawa orang lupa pada tuhan, dan cenderung enggan melaksanakan ibadah-ibadah sunnah yang sekiranya dapat membantu memudahkan para pedagang tersebut dalam berkomunikasi dengan Sang Pencipta, Hal ini dapat menambahkan beban ahlak tasawwuf dalam melaksanakan tugas yaitu memperbaiki hal-hal semacam ini.
Melihat pentingnya akhlak tasawwuf dalam kehidupan, Tidaklah heran jika mata kuliah akhlak tasawwuf ditentukan sebagai mata kuliah wajib yang harus diikuti oleh mahasiswa, Khususnya di Fakultas Tarbiyah.


B.     Rumusan Masalah


1.      Bagaimana para pedagang menyikapi komunikasi terhadap sang Pencipta?
2.      Apakah komunikasi antara para pedagang  itu baik?
3.      Apa mayoritas pendidikan terakhir para pedagang tersebut?

C.     Tujuan Kuliah Lapangan


1.      Mengetahui seberapa lancar komunikasi para pedagang terhadap sang Pencipta
2.      Mengetahui seberapa lancar komunikasi antara para pedagang
3.      Mengetahui pendidikan terakhir yang ditempuh para pedagang








BAB II

PEMBAHASAN


A.     Deskripsi hasil observasi dan wawancara


1.      Identitas Observi


No.
Nama Pedagang
Alamat Pedagang
Jenis dagangan
Pendidikan terakhir
1
Lukman
Maguoharjo
Baju muslim
Pesantren
2
Astuti
Bantul
Baju muslim
SMA
3
Ulum
Wirobrajan
Baju muslim
SMA
4
Tunggal
Terban
Baju muslim
SMA
5
Aldi
Wijilan
Barang tradisional
SMA
6
Jarwo
Gowok
Jam
SMA
7
Kaslamet
Gamping
Makanan mentah dan Krupuk
SMP
8
Murjini
Ngasem
Bawang
Tidak ada
9
Ika
Kota Gede
Tas
S Hukum
10
Piah
Semarang
Voucher pulsa
SMA

2.      Perihal Ibadah


Menurut hasil observasi dilakukan di Pasar Beringharjo, Peneliti bertanya tentang ibadah-ibadah yang sering mereka jalani dan yang sering mereka tinggalkan. Mayoritas para pedagang hanya melakukan ibadah-ibadah wajib saja, Seperti shalat fardhu, Puasa Ramadhan dan Zakat fitrah.  Sedangkan ibadah sunnah seperti shalat dhuha, Tahajud, Hajat, Puasa sunnah, dan Mengaji itu hanya sebagian kecil yang melakukannya, Hal ini membuktikan bahwa mayoritas para pedagang kurangnya komunikasi kepada sang Pencipta, Menyepelekan kuasa Allah dan menjadikan dagangan sarana yang membawa orang lupa pada tuhan, dan cenderung enggan melaksanakan ibadah-ibadah sunnah. Hanya 10% diantara semuanya yang melakukan rutin ibadah sunnah, yaitu Pedagang yang bernama Lukman, Ia sedang melakukan ibadah puasa Daud yang sedang dijalaninya dalam beberapa hari ini, Dan rutin menjalani ibadah-ibadah sunnah lainnya, Hal yang seperti ini membuktikan adanya perkembangan Ahlak Tasawuf.
Peneliti juga menanyakan perihal sedekah kepada para pedagang, Mayoritas para pedagang mengeluarkan harta yang akan disedekahnya ketika mendapatkan rezeki lebih/ bisa dikatakan juga tidak tentu, Dikarenakan keterbatasan pendapatan yang mereka peroleh. Berdasarkan observasi yang saya lakukan, Para pedagang ini mengalami peningkatan dalam penghasilannya ketika menjelang Idul Fitri, Bulan Ramadhan, dan ketika hari-hari libur seperti Sabtu, Ahad, dan Hari libur Nasional (tanggal merah),  Disaat itulah mereka sering bersedekah.
Menurut survei penelitian, Para pedagang ketika sudah masuk waktu shalat, Sekitar 75%  jika banyak pengunjung yang berdatangan ke Toko, Mereka menunda shalatnya dan tetap melaksanakan shalat tetapi ketika para pengunjung sudah sepi atau bergantian dengan pegawai yang lainnya, Hal ini membuktikan bahwa mereka telah menunda-nunda waktu shalat dan ahlak tasawuf berperan penting dalam memecahkan permasalahan ini.
Keinginan para pedagang menjalankan ibadah ke Tanah Suci hampir 100% semuanya berminat, Tetapi ada sebagian pedagang mengira tidak akan mampu, karena akan pengeluaran biaya sebagai ongkos haji sangat mahal dan mereka tidak mampu dalam proses transportasinya. Hal ini membuktikan bahwa mereka kurang mempercayai bahwa Allah itu maha Kaya dan rezeki itu diatur oleh sang Pencipta.

3.      Perihal hubungan antara pedagang


Menurut hasil peneliti dalam observasi mengenai hubungan antara pedagang, Hampir 100% hubungan antara pedagang baik-baik saja. Hal ini membuktikan bahwa komunikasi antara sesama pedagang baik-baik saja, Saling membantu dan tidak ada persaingan dalam proses perdagangan. Jika dikaitkan dengan ahlak tasawwuf, Komunikasi yang lancar termasuk ahlak mulia sebagai pencapaian misi Nabi Muhammad SAW dalam menyempurnakan ahlak umat manusia.


B.     PERAN DAN TUGAS AHLAK TASAWWUF


1.      Perihal ibadah


Dalam perihal ini, Ahlak tasawwuf sangat berperan penting karena saling berkaitan. Ahlak berpengaruh dengan sesama manusia, sedangkan Tasawuf mengatur jalinan komunikasi vertical antara manusia dengan Tuhannya. Akhlak menjadi dasar dari pelaksanaan tasawuf, Sehingga dalam prakteknya tasawuf mementingkan akhlak. Hubungan akhlak dan tasawuf  tidak bisa terpisahkan karena kesucian hati akan membentuk akhlak yang baik pula. Pada intinya seseorang yang masuk kedalam dunia tasawuf harus menundukkan jasmani dan rohani dengan cara mendekatkan diri kepada Allah dan menjaga akhlak yang baik kepada sesama manusia. Aktualisasi ahlak adalah bagaimana seseorang dapat mengimplementasikan iman yang dimilikinya dan mengaplikasikan seluruh ajaran islam  dalam kehidupan sehari-hari dan mengamalkan apa yang sudah ia aplikasikan.

2.      Perihal antara sesama pedagang


Akhlak berperan dalam pelaksanaan mengatur hubungan horizontal/komunikasi antara sesama manusia, Membina persaudaraan adalah perintah Allah yang diajarkan oleh semua agama, termasuk agama islam. Oleh sebab itu, Sudah sewajarnya semua elemen membangun ukhwah dalam komunitasnya. Dalam komunitas perdagangan, Pasti ada komunikasi antara pedagang tersebut, termasuk perihal tolong-menolong. Tolong-menolong adalah kewajiban setiap muslim. Sudah semestinya konsep tolong-menolong tidak hanya dilakukan dalam lingkup yang sempit. Tolong-menolong sebagai keharusan karena apapun yang kita kerjakan membutuhkan pertolongan dari orang lain, Tidak ada manusia seorang pun di muka bumi ini yang tidak membutuhkan pertolongan dari orang lain.

 

 

 









BAB III

PENUTUP


A.     Kesimpulan


Dalam era globalisasi ini banyak pemuda yang sudah kehilangan akhlakulkarimahnya sehingga perlu pemahaman dan pembelajaran untuk mengkaji akhlak dan tasawuf. Tasawuf  sebagai upaya melatih jiwa dengan berbagai kegiatan yang dapat membebaskan dirinya dari pengaruh kehidupan dunia, sehingga tercermin ahlak yang mulia dan dekat dengan Allah Swt, Inilah esensi atau hakikat tasawuf itu sendiri.
Tasawuf  itu sendiri bertujuan untuk memperoleh suatu hubungan khusus langsung dari Tuhan. Hubungan yang dimaksud mempunyai makna dengan penuh kesadaran, Bahwa manusia sedang berada di hadiran Tuhan. Kesadaran tersebut akan menuju kontek komunikasi dan dialog antara ruh manusia dengan Tuhan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara manusia perlu mengasingkan dirinya. Keberadaannya yang dekat dengan Tuhan akan berbentuk “Ijtihad” (bersatu dengan Tuhan) demikian menjadi inti persoalan “sufisme” baik pada agama Islam maupun diluarnya.

B.     Saran


Dengan diselesaikannya laporan ini, Baik pembaca maupun penyusun dapat menerapkan akhlak yang baik dan sesuai dengan ajaran islam dalam kehidupan sehari-hari. Walaupun tidak sesempurna Nabi Muhammad S.A.W, setidaknya kita termasuk kedalam golongan kaumnya.







Sabtu, 09 Januari 2016

dear yang selalu aku lafadzkan namamu di setiap sujudku..
             Anda tidak perlu menungguku selama itu.. jangan khawatir, setiap insan memiliki jodohnya masing-masing. Jika tidak dipertemukan didunia, nanti akan dipertemukan diakhirat. Dan satu hal yang mesti anda ketahui, disini aku juga selalu mendo’akanmu, mendo’akan semoga kau mendapatkan pasangan hidup yang terbaik dipandanganNya, pasangan yang melakukan segala sesuatu mengharapkan ridhoNya, yang menuruti apa yang kamu minta.
                 Aku sudah belajar untuk mengikhlaskanmu untuk wanita yang selalu mengharapkan ridhoNya, tetapi aku ikhlas bukan berarti aku ingin menjadi pendamping hidupmu yang kedua, aku juga wanita.. aku tahu rasanya jika diduakan, walaupun aku tidak pernah merasakan itu.. Ketahuilah, aku mengikhlaskanmu karena aku tidak tega membiarkanmu untuk menungguku berlarut-larut dalam penantian, belum tentu kita ini jodoh. Aku memang wanita yang tidak sempurna, apalagi dihadapanNya, aku merasa mahluk yang paling hina, karena aku telah berbuat zina, zina hati..
        kecintaan ku kepadaNya telah dibutakanoleh cintamu, tetapi terkadang kecintaanmu juga membuat aku dekat kepadaNya, aku terkadang berfikir, apakah Allah memberi perantara melaluimu agar aku semakin dekat denganNya? tetapi itu dulu.. tidak untuk sekarang. Sekarang perasaan itu telah berubah, bercampur dengan hawa nafsu setan, yang berkeinginan memliki dirimu seutuhnya, hal yang paling aku takutkan. terlalu mencintai seseorang terkadang dapat menjerumuskan seseorang. Itu merupakan salah satu alasanku aat ini menyuruhmu mencari wanita yang lain, karena aku takut dalam waktu dekat ini jika kita terus kontak, imanku semakin melemah, aku menjahui sang Pencipta.
               Aku hanya bisa mendo’akanmu dari kejauhan ini, dan berharap semoga cinta kita menjadi cinta suci yang diridhoiNya. Karena pada awalnya aku mencintaimu karenaNya, dan pada akhirnya juga aku meninggalkanmu karenaNya. Disamping alasanku menjahuimu karena ku takut jauh dariNya, aku cukup tenang jika melafaskan namamu disetiap do’aku.. do’akan ku semoga hati ini selalu istiqomah untukmu.. jika anda memintaku untuk memberikan pencerahan dan bimbingan untuk hidupmu dan agamamu, maaf aku tidak mampu untuk itu, tetapi jika kita saling membimbing satu sama lain, insya Allah aku berusaha untuk melakukan itu.

Sabtu, 19 Desember 2015

Dulu aku pernah mengenal sosok Adam yang aku tidak tahu asal usulnya, bahkan nama aslinya pun aku tak mengenalinya, yang aku tahu tentang dia hanya sekedar nama panggilan dan nama sekolah yang ia tempuh, itu pun sekarang ia sudah menjadi alumni dipondok pesantren itu. Aku mengagumi sosok dia yang aku juga bingung bagaimana dan dari segi apa yang aku kagumi, berjumpa tak pernah, rupa wajahnya pun aku tak tahu, itu merupakan hal yang konyol yang pernah teman-temanku katakan kepadaku. Kekaguman itu tidak bisa aku ungkapkan, dia bukan siapa-siapa bagiku, bahkan aku merasakan timbulnya rasa kagum ini ketika kami putus kontak. Cukup dengan mendo’akannya dari sini sudah membuat hatiku terhibur, ntah mengapa setiap kali aku melafaskan namanya dalam setiap do’aku, aku merasakan tenag dihatiku dan semoga dia pun melakukan hal yang sama. Aku berusaha untuk istiqomah hatiku terhadapnya, tetapi aku tak kuasa, Allah yang maha membolak-balikkan hati, ntah mengapa lama-kelamaan rasa kagum itu mulai pudar, karena seseorang yang baru hadir dikehidupanku saat ini, yang membawaku menjadi lebih baik. Ia adalah sosok mahluk Adam yang biasa saja, berbeda dengan orang yang dulunya aku kagumi itu, orang yang dulunya aku kagumi adalah seorang hafidz yang selalu menjaga amalan-amalan baik,menjaga dan menghindari perbuatan yang munkar, menjadi panutan yang baik bagi adik kelasnya.Berbeda jauh dengan sosok Adam yang baru aku kenal saat ini, bahkan belum menguasai tentang agama, dia meminta pencerahan kepada ku, meminta binaan tentang lebih mendalam mengenai islam, ia adalah seorang mualaf yang sedang mencari pencerahan untuk masa depannya. Terkadang, seorang mualaf justru tingkat ibadahnya lebih kuat dibandingkan dengan muslim yang sejak lahir nya beragama islam. Karena mereka baru mengenal apa itu islam, dan baru menyadari bahwa islam adalah agama  yang paling baik diantara agama-agama yang lain. Sehingga semangat mereka untuk beribadah lebih kuat dibandingkan dengat umat muslim yang lainnya.

Kembali lagi kesosok Adam yang baru aku kenal ini, ia selalu memberikan masukan-masukan hal yang positif kepadaku, dan entah mengapa aku merasa nyaman ketika berinteraksi dengannya, walaupun kami baru saling mengenal, mendapatkan teman seperti dia bisa menjadi motivasi bagi q dan aku juga menuruti saran-saran yang ia berikan. Ia adalah salah satu motivatorku, karena ia juga aku menjadi lebih semangat untuk semakin dekat dengan Allah. 

best friends

Selama ini ku mencari-cari teman yang sejati buat menemani perjuangan suci, bersyukur kini padaMu ilahi teman yang dicari selama ini telah ku temui mereka adalah teman seperjuanganku selama 6 tahun brsama kami bersama sebut saja kami keluarga Espoir D’nation. KepadaMu Allah ku mohon restu, dan kepadamu teman mohon terus berjuang dalam perjuangan agar perkekalan kasih sayang kita. Sahabat masih ingatkan kalian saat kita saat kita bersama jalani hidup, penuh tawa dan juga ceria, jalani kisah antara kalian,aku dan juga mereka. Jangan pernah kalian merasa sendiri, merasa terbunuh sepi. Sahabatku jangan pernah kalian menangis, saat kalian tahu mereka(orang yang kalian sayang) pergi tinggalkanmu, karena masih ada kami yang akan selalu ada buat kalian, walaupun jarak dan waktu yang memisahkan kita .

Kebersamaan dalam menjalani perjuanagan selama 6 tahun yang kita tempuh sampai saat ini masih akan ku kenang. Suka duka yang kita alami, canda tawa, hiruk pikuk, kekonyolan, semua yang kita jalani bersama itu takkan pernah aku lupakan. Selalu aku rindukan saat-saat bersama kalian, saat-saat berbagi kebahagiaan, berbagi kesedihan, bahkan saling mengolok-olok juga aku merindukannya. Terkadang kekonyolan itu hadir dimimpi-mimpiku, ketika terbangun dari tidur aku sadar semua itu sekedar bunga tidurku karena merindukan kalian. Kekuatan kita dalam menjalani perjuangan selama 6 tahun itu menjadi kontak batin diantara kita, sampai-sampai jika slah satu diantara kita merasakan sakit, yang lain juga merasakan sakit, dan itu bergiliran, terkadang jika aku mengenang itu sangatlah lucu. Dan pernah ada orang yang mengkritik kita, kita bagaikan sapu lidi, jika bersatu kita sangat kokoh tetapi jika kita berpisah, jika kita tidak bersatu maka kita akan mudah rapuh. Persatuan yang membuat kita semakin kokoh, dan ketika kita berpencar kita akan mudah runtuh. Dan yang aku kagumkan antara kita yaitu, dengan sifat kita yang sangat berbeda-beda kita dapat menyatukannya menjadi lebih kompak.
Banyak orang bilang, rasa cinta itu tumbuh karena rasa kagum. Tetapi tidak denganku, rasaku ini lebih identik berasal dari keinginan untuk berlomba-lomba atau mendahului kebaikan. Maafkan aku tlah memanfaatkan keadaan, tetapi dengan ini lah dapat membuktikan bahwa aku mencintainya karena Allah. Karena dia, aku berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. Banyak hal yang saat ini aku lakukan, menjaga pandangan, menjaga aurat, menjaga perasaan, dan perkataan. Awalnya juga aku bingung, kok bisa ya wanita seperti aku ini, yang dulunya bisa dibilang preman pondok menjadi sosok wanita seperti ini. Mungkin teman-teman juga heran, melihatku yang berubah drastis. Yaah, inilah mungkin yang banyak orang bilang itu, yaitu cinta. Cinta dapat merubah segalanya yang tidak kita sangka menjadi berbagai macam keadaan. Cinta dapat merubah orang,, tetapi tergantung kepada individunya juga, menanggapi dan menangkap arti dari cinta tersebut.
Mengubah orang menjadi lebih baik itu tidak mudah, tetapi dengan cinta semua itu akan menjadi mudah. Setiap orang mempunyai rasa cinta, tetapi setiap orang itu pula memiliki perbedaan cara merespon cinta itu. Cinta itu merupakan fitrah, banyak orang menyepelekan cinta tersebut, contohnya dengan melakukan maksiat, dari maksiat kecil/ringan hingga yang tingkatan yang tinggi, dan ada pula yang menyerahkan segala urusan cinta nya kepada Allah, yakin jika Allah akan memberi pasangan yang cocok dengan kita. Dengan berdo’a juga terkadang membuat hati kita menjadi tenang  dan tentram menurut saya. Ketika rindu itu mencekamku, aku selalau berdo’a, aku selau menitipkan salam rindu ini kepadaNya, Karena aku percaya akan janji Allah akan mempertemukanku kepada yang terbaik bagiku nanti, dan aku percaya sekali jika Allah menyampaikan salam rinduku padanya dan berharap semoga dia juga berdo’a seperti aku mendo’, karena aku merasa tenang ketika aku bercerita kepadaNya, dan tentunya aku juga berharap semoga cinta suci ini akan mejadi kekal dan selalu dalam ridhoNya.
Biarkan aku menjadi perindu yang tabah, yang mencintainya dalam bulir air mata, merindukannya dalam sejuknya do’aku,karena aku mencintai orang yang mencintaiMu. Dengan diamku, aku membuktikannya, semua itu akan terlihat oleh sang Maha Cinta, Karena Dia sang pemilik hati ini. Kuharap cinta itu dia, sebagaimana pintaku dalam do’aku, hanya dengan alasan yang satu yaitu cinta yan berada dijalan Allah, bukan nafsu yang diajari setan. Dan aku juga tahu bahwa Allah maha pendengar dan kuasa, mudah bagiNya tuk menggelorakan dan memadamkan api cinta. Terimakasih tuhan, telah menggelorakan api cinta dihati ini, jika rasa cinta ini padam, maka ingatkan aku bahwa Engkau sedam memadamkan api itu, ia bukanlah yang terbaik bagiku.

Aku perempuan. Aku bisa apa selain menunggu? Aku bisa apa selain mendo’akannya? Mendo’akan yang terbaik baginya, aku bisa apa selain memperbaiki kualitas diriku agar pantas untuknya?. Imamku, lindungi selalu hatimu untuk hatiku agar selalu suci hingga kita dipertemukan oleh tuhan yang menjadikan tulang rusuk kita menyatu. Kita memang tidak saling mencari, tetapi kita saling merindukan, kita tidak saling mengabari, tetapi kita sling mendo’akan.