Sabtu, 19 Desember 2015

Dulu aku pernah mengenal sosok Adam yang aku tidak tahu asal usulnya, bahkan nama aslinya pun aku tak mengenalinya, yang aku tahu tentang dia hanya sekedar nama panggilan dan nama sekolah yang ia tempuh, itu pun sekarang ia sudah menjadi alumni dipondok pesantren itu. Aku mengagumi sosok dia yang aku juga bingung bagaimana dan dari segi apa yang aku kagumi, berjumpa tak pernah, rupa wajahnya pun aku tak tahu, itu merupakan hal yang konyol yang pernah teman-temanku katakan kepadaku. Kekaguman itu tidak bisa aku ungkapkan, dia bukan siapa-siapa bagiku, bahkan aku merasakan timbulnya rasa kagum ini ketika kami putus kontak. Cukup dengan mendo’akannya dari sini sudah membuat hatiku terhibur, ntah mengapa setiap kali aku melafaskan namanya dalam setiap do’aku, aku merasakan tenag dihatiku dan semoga dia pun melakukan hal yang sama. Aku berusaha untuk istiqomah hatiku terhadapnya, tetapi aku tak kuasa, Allah yang maha membolak-balikkan hati, ntah mengapa lama-kelamaan rasa kagum itu mulai pudar, karena seseorang yang baru hadir dikehidupanku saat ini, yang membawaku menjadi lebih baik. Ia adalah sosok mahluk Adam yang biasa saja, berbeda dengan orang yang dulunya aku kagumi itu, orang yang dulunya aku kagumi adalah seorang hafidz yang selalu menjaga amalan-amalan baik,menjaga dan menghindari perbuatan yang munkar, menjadi panutan yang baik bagi adik kelasnya.Berbeda jauh dengan sosok Adam yang baru aku kenal saat ini, bahkan belum menguasai tentang agama, dia meminta pencerahan kepada ku, meminta binaan tentang lebih mendalam mengenai islam, ia adalah seorang mualaf yang sedang mencari pencerahan untuk masa depannya. Terkadang, seorang mualaf justru tingkat ibadahnya lebih kuat dibandingkan dengan muslim yang sejak lahir nya beragama islam. Karena mereka baru mengenal apa itu islam, dan baru menyadari bahwa islam adalah agama  yang paling baik diantara agama-agama yang lain. Sehingga semangat mereka untuk beribadah lebih kuat dibandingkan dengat umat muslim yang lainnya.

Kembali lagi kesosok Adam yang baru aku kenal ini, ia selalu memberikan masukan-masukan hal yang positif kepadaku, dan entah mengapa aku merasa nyaman ketika berinteraksi dengannya, walaupun kami baru saling mengenal, mendapatkan teman seperti dia bisa menjadi motivasi bagi q dan aku juga menuruti saran-saran yang ia berikan. Ia adalah salah satu motivatorku, karena ia juga aku menjadi lebih semangat untuk semakin dekat dengan Allah. 

best friends

Selama ini ku mencari-cari teman yang sejati buat menemani perjuangan suci, bersyukur kini padaMu ilahi teman yang dicari selama ini telah ku temui mereka adalah teman seperjuanganku selama 6 tahun brsama kami bersama sebut saja kami keluarga Espoir D’nation. KepadaMu Allah ku mohon restu, dan kepadamu teman mohon terus berjuang dalam perjuangan agar perkekalan kasih sayang kita. Sahabat masih ingatkan kalian saat kita saat kita bersama jalani hidup, penuh tawa dan juga ceria, jalani kisah antara kalian,aku dan juga mereka. Jangan pernah kalian merasa sendiri, merasa terbunuh sepi. Sahabatku jangan pernah kalian menangis, saat kalian tahu mereka(orang yang kalian sayang) pergi tinggalkanmu, karena masih ada kami yang akan selalu ada buat kalian, walaupun jarak dan waktu yang memisahkan kita .

Kebersamaan dalam menjalani perjuanagan selama 6 tahun yang kita tempuh sampai saat ini masih akan ku kenang. Suka duka yang kita alami, canda tawa, hiruk pikuk, kekonyolan, semua yang kita jalani bersama itu takkan pernah aku lupakan. Selalu aku rindukan saat-saat bersama kalian, saat-saat berbagi kebahagiaan, berbagi kesedihan, bahkan saling mengolok-olok juga aku merindukannya. Terkadang kekonyolan itu hadir dimimpi-mimpiku, ketika terbangun dari tidur aku sadar semua itu sekedar bunga tidurku karena merindukan kalian. Kekuatan kita dalam menjalani perjuangan selama 6 tahun itu menjadi kontak batin diantara kita, sampai-sampai jika slah satu diantara kita merasakan sakit, yang lain juga merasakan sakit, dan itu bergiliran, terkadang jika aku mengenang itu sangatlah lucu. Dan pernah ada orang yang mengkritik kita, kita bagaikan sapu lidi, jika bersatu kita sangat kokoh tetapi jika kita berpisah, jika kita tidak bersatu maka kita akan mudah rapuh. Persatuan yang membuat kita semakin kokoh, dan ketika kita berpencar kita akan mudah runtuh. Dan yang aku kagumkan antara kita yaitu, dengan sifat kita yang sangat berbeda-beda kita dapat menyatukannya menjadi lebih kompak.
Banyak orang bilang, rasa cinta itu tumbuh karena rasa kagum. Tetapi tidak denganku, rasaku ini lebih identik berasal dari keinginan untuk berlomba-lomba atau mendahului kebaikan. Maafkan aku tlah memanfaatkan keadaan, tetapi dengan ini lah dapat membuktikan bahwa aku mencintainya karena Allah. Karena dia, aku berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. Banyak hal yang saat ini aku lakukan, menjaga pandangan, menjaga aurat, menjaga perasaan, dan perkataan. Awalnya juga aku bingung, kok bisa ya wanita seperti aku ini, yang dulunya bisa dibilang preman pondok menjadi sosok wanita seperti ini. Mungkin teman-teman juga heran, melihatku yang berubah drastis. Yaah, inilah mungkin yang banyak orang bilang itu, yaitu cinta. Cinta dapat merubah segalanya yang tidak kita sangka menjadi berbagai macam keadaan. Cinta dapat merubah orang,, tetapi tergantung kepada individunya juga, menanggapi dan menangkap arti dari cinta tersebut.
Mengubah orang menjadi lebih baik itu tidak mudah, tetapi dengan cinta semua itu akan menjadi mudah. Setiap orang mempunyai rasa cinta, tetapi setiap orang itu pula memiliki perbedaan cara merespon cinta itu. Cinta itu merupakan fitrah, banyak orang menyepelekan cinta tersebut, contohnya dengan melakukan maksiat, dari maksiat kecil/ringan hingga yang tingkatan yang tinggi, dan ada pula yang menyerahkan segala urusan cinta nya kepada Allah, yakin jika Allah akan memberi pasangan yang cocok dengan kita. Dengan berdo’a juga terkadang membuat hati kita menjadi tenang  dan tentram menurut saya. Ketika rindu itu mencekamku, aku selalau berdo’a, aku selau menitipkan salam rindu ini kepadaNya, Karena aku percaya akan janji Allah akan mempertemukanku kepada yang terbaik bagiku nanti, dan aku percaya sekali jika Allah menyampaikan salam rinduku padanya dan berharap semoga dia juga berdo’a seperti aku mendo’, karena aku merasa tenang ketika aku bercerita kepadaNya, dan tentunya aku juga berharap semoga cinta suci ini akan mejadi kekal dan selalu dalam ridhoNya.
Biarkan aku menjadi perindu yang tabah, yang mencintainya dalam bulir air mata, merindukannya dalam sejuknya do’aku,karena aku mencintai orang yang mencintaiMu. Dengan diamku, aku membuktikannya, semua itu akan terlihat oleh sang Maha Cinta, Karena Dia sang pemilik hati ini. Kuharap cinta itu dia, sebagaimana pintaku dalam do’aku, hanya dengan alasan yang satu yaitu cinta yan berada dijalan Allah, bukan nafsu yang diajari setan. Dan aku juga tahu bahwa Allah maha pendengar dan kuasa, mudah bagiNya tuk menggelorakan dan memadamkan api cinta. Terimakasih tuhan, telah menggelorakan api cinta dihati ini, jika rasa cinta ini padam, maka ingatkan aku bahwa Engkau sedam memadamkan api itu, ia bukanlah yang terbaik bagiku.

Aku perempuan. Aku bisa apa selain menunggu? Aku bisa apa selain mendo’akannya? Mendo’akan yang terbaik baginya, aku bisa apa selain memperbaiki kualitas diriku agar pantas untuknya?. Imamku, lindungi selalu hatimu untuk hatiku agar selalu suci hingga kita dipertemukan oleh tuhan yang menjadikan tulang rusuk kita menyatu. Kita memang tidak saling mencari, tetapi kita saling merindukan, kita tidak saling mengabari, tetapi kita sling mendo’akan.
Aku adalah seorang pencari pengalaman dari Bangka Belitung, dalam usiaku yang neginjak 18 tahun ini aku memberanikan diri untuk pergi ke negeri orang. Keinginanku dalam menjalani hidup ditanah rantauan ini sangat tinggi, karena aku ingin menjadi pribadi yang lebih mandiri dan dapat bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Jauh dari orang tua dan keluarga adalah hal yang sudah biasa aku jalani, sedari aku menginjak dibangku sekolah menengah atas, aku sudah terbiasa jauh dari sanak keluarga, karena itu lah aku memberanikan diri untuk melanjutkan studiku di Kota Yogyakarta ini. Tidak ada rasa selsal sedikitpun selama aku menjalani hidup ditanah rantauan ini, kurang lebih selama 5 bulan aku tinggal disini alhamdulillah sekarang aku sudah bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitar, awalnya memang agak canggung, karena aku merasa sulit dalam berkomunikasi dengan warga sekitar dan teman-teman kampus. Jelas itu, karena aku tidak mengerti apa yang mereka bicarakan, mereka menggunakan bahasa jawa, sedangkan aku mengetahui kosakata bahasa jawa hanya beberapa kosakata saja. Semenjak itulah aku belajar memahami apa yang mereka bicarakan, secara bertahap juga aku bisa berbicara bahsa jawa, walau terkadang lucu didengar oleh teman-teman. Mereka sering mentertawakan aku jika aku prektek berbicara bahasa jawa, aku juga merasa kaku, Lama-kelamaan tidak canggung lagi karena sudah terbiasa.
Pemerintah Provinsi daerah Bangka Belitung mendirikan asrama Bangka Belitung, yang khusus ditempati oleh mahasiswa Bangka Belitung yang sedang menempuh studinya di Yogyakarta, sebut saja asrama itu ISBA Yogyakarta. Dengan adanya ISBA ini, sangat membantu kami para rantauan sebagai tempat tinggal kami, biaya yang kami keluarkan tidak terlalu mahal, hanya sekedar membayar uang listrik setiap bulannya. Tetapi, Peraturan ya tetap peraturan, Dari pihak pembina ISBA tidak mengizinkan mahasiswa baru untuk tinggal di ISBA, dikarenakan harus beradaptasi dengan lingkungan Yogyakarta. Kami harus beradaptasi diluar lingkungan warga Bangak minimal selama 1 tahun. Sebelum mendapatkan perguruan tinggi yang kami tempuh, para senior ISBA membantu kami mencari perguruan tinggi yang ingin kami tempuh, mulai dari fasilitas tempat tinggal, antar jemput, bimbingan belajar, hingga mencari kost kami.
Dan aku sangat bersyukur, atas semangat yang diberikan senior ISBA sehingga aku dapat melanjutkan di Perguruan Tinggi Negeri, tidak banyak dari kami mahasiswa Bangka yang mendapatkan perguruan tinggi negeri, mayoritas anak Bangka mendapatkan perguruan tinggi swasta, tetapi negeri atau swasta bukan menjadi halangan bagi kami untuk menempuh studi. Bagi kami, kesuksesan itu dipegang oleh individu masing-masing, bukan dari perguruan tinggi yang ditempuh.

Di kampus peradaban UIN Sunan Kalijaga ini, Aku sangat bersyukur kepada Allah atas RahmatNya, aku meiliki beberapa sahabat yang dapat mengerti aku, kami saling bertukar pikiran dan saling mengerti satu sama lain, saling memberi masukan. Mereka sudah aku anggap seperti saudaraku sendiri. Banyak hal yang kami lakukan bersama-sama, terkadang kami melakukan hal yang konyol semata-mata hanya untuk menghibur diri kami.

Jumat, 18 Desember 2015

Kehidupan jauh dari orang tua adalah hal yang tidak diinginkan oleh setiap anak, begitupun dengan aku, orang tuaku pun begitu. Pada dasarnya setiap keluarga pasti tidak ingin saling berjauhan, karena ingin slalu bersama. Tetapi, demi masa depanku orang tuaku dan sanak saudara mengusulkan aku untuk dididik di sebuah Pesantren yang masyhur di daerahku, sebut saja Pesantren Bahrul Ulum Islamic Centre biasanya terkenal dengan sebutan IC. Pesantren ini terkenal bagus dalam bidang bahasa asing, karena disana dalam percakapan sehari-harinya menggunakan bahasa asing( inggris dan arab). Dan aku juga sedikit tertarik karena dalam segi bahasanya sudah dikenal baik diseluruh penjuru Bangka. Tetapi aku sangat berat untuk mengambil keputusan itu, disamping aku tidak mau berpisah dengan keluargaku, aku juga berat jika harus menggunakan pakaian yang identik dengan hijab, karena dari kecil aku sudah terbiasa menggunakan pakaian yang tidak terlalu feminim. Awalnya aku menolak permintaan orang tuaku, tetapi aku berfikir kedepannya jika aku tidak berkelana keluar, aku akan menjadi apa? Semenjak itu lah, semenjak mendapatkan hikmah berupa keinginan berniat ingin masuk pesantren hidupku mulai teratur. Dengan adanya kedisiplinan peraturan, kebersamaan dengan teman-teman, hidup sesederhana mungkin, dan masih banyak yang aku dapat dari IC. di IC aku banyak mendapat pengalaman baru, kebersamaan yang aku lalui bersama temanku selama 6 tahun sangat menjadi motivasi hidupku kedepannya bahwa sesulit apapun masalah dalam kehidupan masih ada orang-orang disekitarku untuk selalu mendorong aku untuk menghadapi maslah tersebut,
Pada tahun kelima aku menjalani kehidupan di IC, Semua santriwati yang duduk di kelas XI SMA Plus Bahrul Ulum diwajibkan untuk menjadi pengurus santriwati yang lainnya(kelas I-X), kepengurusan ini disebut OSIC( Organisasi Santriwati Islamic Centre), mengurus mereka selama 24 jam, mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi. Masing-masing pribadi kami dibagi kedalam berbagai divisi-divisi, ada yang menjabat sebagai Ketua, Bendahara, Sekertaris, Keamanan, Bahasa, Kebersihan, Kesehatan, Bapenta, Kepramukaan, Takmir Masjid, Informasi dan Komunikasi, Koperasi dan kantin, dan Kesenian. Aku diamanahkan dan dipercayai menjadi pengurus bahasa.
Awalnya aku bingung, kenapa aku ditunujuk sebagai bagian bahasa, tetapi mungkin pada kesempatan itu lah aku harus memperbaiki tataan bahasaku.
Selama kami menjabat sebagai OSIC 2013/2014 banyak cobaan yang berlalu lalang, terkadang program kerja yang kami rancang tidak didukung oleh pihak pembina OSIC, dikarenakan berbagai alasan tersendiri. Dan selama kami menjabat pula, konflik-konflik yang datang tak henti-hentinya, permasalahan dengan para asatidz,para anggota, bahkan para wali santriwati. Disaat kami down karena berbagai masalah yang datang, kami bingung  harus berbagi cerita dan meminta masukan kepada siapa, sedangkan para asatidz tidak mendukung sebagian proker kami, dan pembina OSIC pun jarang untuk turun tangan untuk membantu kami, disaat-saat itu kami hanya bisa bercerita sesama anggota OSIC dan senior OSIC yang telah berpengalaman menjadi OSIC. Berbagi cerita, menceritakan konflik-konflik setiap divisi, mencari solusinya, memberi masukan kepada sesama anggota OSIC merupakan pelajaran bagi kami untuk menjadi lebih dewasa.

Kamis, 17 Desember 2015

uin-suka.ac.id
seringkali kita mengagumi seseorang tanpa ada yang tahu, begitupun dengan aku. aku adalah seorang wanita yang tertutup, tertutup dalam segala hal, yaah bahkan termasuk dalam hal mengagumi seseorang. Bagi ku kekaguman dalam diam ini terkadang membuatku terhibur dan menjadi motivasi bagiku untuk menjadi seperti apa yang orang aku kagumi inginkan. Aku terus mencoba diam-diam ingin menuruti apa yang dia inginkan, menjadi wanita yang ia inginkan, dan hatiku juga merasa mantap akan itu.
mungkin ini adalah hal bodoh yang difikirkan mayoritas orang, menuruti apa yang orang aku kagumi. orang-orang banyak berprinsip "be your self", jika aku juga mengandalkan "be my self" mungkin aku tidak akan maju unutk melangkah kedepan, mungkin aku akan terus berlarut-larut dalam pribadiku yang buruk, bahkan lebih dari itu, yang tidak memiliki keinginan untuk maju, untuk memperbaiki diri dan tidak terketuk hatiku untuk semua itu. Dengan aku mengaguminya, aku merasa lebih nyaman, menjadi pribadi yang optimis menghadapi masa depanku.
tetapi, lama kelamaan aku menyadari semua ini, bahwa semua yang aku lakukan salah, salah niat. aku berubah menjadi lebih baik bukan karena diriku sendiri, bukan dari hatiku yang sesungguhnya, tetapi karena orang yang aku kagumi. Entah mengapa aku begini? yang aku takuti lagi, jika kelak kedepannya aku tidak mengaguminya lagi, apakah aku akan terus dalam perbaikan ini? karena aku merasa dia adalah motivasi bagiku untuk memperbaiki diri ini.
 Jika itu memang terjadi, rasa kagum itu berkurang dan perlahan luntur, ntah itu karena dia melupakanku, mengecewakanku atau meninggalkanku, aku akan berpesan kepada orang-orang disekitarku agar aku tetap istiqomah menjalani perbaikan ini, dan meminta mereka selalu untuk membinaku, kapanpun dan dimanapun itu.
Ku akui dia memang hebat, bisa membuatku sadar, memperbaiki diri, hal yang tidak disangka-sangka, yaah walaupun semua itu belum tuntas terlaksana. dengan motivasi yang dia berikan insya Allah akan menjadi amal jariyyah baginya.


Selasa, 15 Desember 2015


 

36 BUTIR PANCASILA

A.KETUHANAN YANG MAHA ESA
1.Percaya dan takwa kepada tuhan yang maha Esa sesuai  dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab
2.Menghormati dan bekerja sama antar pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup
3.Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadadah sesuai dengan agama dan keprcayaan
4.Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain
B.SILA KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB
1.Mengakui persamaan derajat,hak dan kewajiban antara sesama manusia
2.Saling mencintai sesama manusia
3.Mengembangkan sikap tengggang rasa
4.Tidak semena-mena terhadap orang lain
5.Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan
6.Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan
7.Berani membela kebenaran dan keadilan
8.Bangsa indonesia merasa dirinya sebagai bagian dirinya dari seluruh umat manusia,karena itu dikembangkan sikap hormat-menghormati dan bekrja sama dengan bangsa lain




C.SILA PERSATUAN INDONESIA
1.Menempatkan kesatuan,persatuan,kepentingan,dan keselamatan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi atau golongan
2.Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara
3.Cinta tanah air dan bangsa
4.Bangga sebagai bangsa Indonesia dan bertanah air Indonesia
5.Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhineka tunggal Eka

D.SILA KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAH KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN PERWAKILAN
1.Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat
2.Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain
3.Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama
4.Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi semangat kekeluargaan
5.Dengan iktikat baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan   hasil musyawarah
6.Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur
7..Keputusan yang diambil harus dapat diprtanggung jawabkan secara moral kepada Tuhan yang maha Esa.Menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan kadilan




E.KEADILAN BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA
1.Mengembangkan perbuatan-perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong-royong
2.Bersikap adil
3.Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban
4.Menghormati hak-hak orang lain
5.Suka memberi pertolongan kepada orang lain
6.Menjahui sikap pemerasan terhadap orang lain
7.Tidak bersifat boros
8.Tidak bergaya hidup mewah
9.Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentigan umum
10.Suka bekerja keras

11.Menghargai hasil karya orang lain
12.Bersama-sama berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial










LANDASAN DAN TUJUAN PANCASILA

     Landasan pancasila mmiliki arti penting bagi kehidupan bangsa,pancasila merupakan suatu dasar negara Indonsia yang tedapat pada pembukaan UUD 1945 yang dirsmikan olh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945,yang diundangkan dalam berita republik Indonesia tahun II No.7 bersama-sama dengan batang tubuh UUD 1945.Dalam sejarahnya,pancasila telah mengalami berbagai macam interpretasi demi kokoh dan tegaknya suatu kekuasaan yang berlindung dibalik ideologi negara.dengan kata lain,kedudukan yang seperti ini pancasila tidak lagi diletakkan sebagai dasar filsafat serta pandangan hidup bagi bangsa Indonesia.
*Landasan historis
Landasan historis adalah landasan yang berdasarkan pada jalan cerita masa lampau atau sejarah Bangsa Indonesia terbentuk dengan melalui proses yang begitu panjang dan bangsa indonesia adalah bangsa yang ingin menemukan jati dirinya sebagai bangsa yang merdeka serta memiliki prinsip pandangan hidup serta filsafat hidup dan memiliki ciri khas,dan memiliki karakteristik yang berbeda dengan negara lain.nilai-nilai yng terkandung dalam setiap pancasila tersebut kemudian dirumuskan dan disahkan menjadi dasar negara,pancassila harus selalu dijadikan acuan dalam bertingkah laku dalam berkehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara.semua peraturan perundang-undangan yang ada juga tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai pancasila.
Terbentuknya bangsa indonesia melalui sejarah sejak masa kerajaan kutai,sriwijaya,majapahit,masa penjajahan dan kemudian mencapai kemerdekaan.Nilai-nilai yang ada dalam adat istiadat masyarakat sejak zaman kutai sampai majapahit semakin mengkristal pada era sejarah perjuangan Bangsa yang ditandai dengan perumusan pancasila sebagai dasar negara oleh para pendiri negara.Pancasila sebagai filsafat hidup bangsa merupakan jati diri bangsa yang menunjukkan adanya ciri khas,sifat,karakter bangsa yang berbeda dengan bangsa lain.


TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA
          Rakyat Indonesia melalui majelis perwakilannya,menyatakan bahwa pendidikan nasional sendiri berakar pada kebudayaan bangsa indonesia,dan diarahkan untuk meningkatkan kecerdasan serta harkat martabat indonesia.Pendidiksn pancasila mengerahkan seluruh perhatiannya pada moral yang diharapkan dapat terwujud dalam kehidupan sehari-hari,yaitu perilaku yang mencerminkan ketakwaan kepada Tuhan yang maha Esa.dan dalam kehidupan bermasyarakat pun terdiri dari berbagai macam golongan: agama,suku,perilaku berbudaya,dan beraneka ragam.
   Melalui pendidikan pancasila sendiri,warga negara indonesia diharapkan dapat memahami,menganalisa,dan menjawab setiap permasalahan yang dihadapi masyarakat.Dan mampu mengambil sikap bertanggung jawab sebagai warga negara yang baik sesuai dengan hati nuraninya,mampu berfikir integral tentang persoalan kehidupan berbangsa dengan pedoman pada nilai-nilai pancasila,mampu memecahkan masalah politik dngan dilandasi nilai-nilai keadilan.

FUNGSI PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NEGARA

          Sebagai cita-cita bernegara dan sarana yang mempersatukan masyarakat perlu perwujudan yang konkret dan operasional aplkatif.dan sebagai sarana penyelesaian prosedur konflik,dapat kita telusuri dari gagasan para pendiri Negara Indonesia tentang pentingnya mencari nilai-nilai bersama yang dapat mempersatukan berbagai golongan masyarakat Indonesia. Secara luas pengertian pancasila sebagai ideologi Negara Indonesia adalah visi atau arah dari penyelenggaraan dari kehidupan berbangsa dan bernegara ialah terwujudnya kehidupan yang menjunjung dengan tinggi Ketuhanan, nilai kemanusiaan, kesadaran akan kesatuan, berkerakyatan serta menjunjung tinggi nilai keadilan.